Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Manfaat Pepaya Bagi Kesehatan Yang Sudah Terbukti

Pepaya adalah buah tropis yang sangat sehat. Itu sarat dengan antioksidan yang dapat mengurangi peradangan, melawan penyakit dan membantu Anda tetap terlihat muda.

IMAGES
Gambar: image-cdn.medkomtek.com

Berikut 3 manfaat pepaya untuk kesehatan.

1. Lezat dan Penuh Nutrisi

Pepaya adalah buah dari tanaman Carica papaya. Ini berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko Selatan tetapi sekarang tumbuh di banyak bagian lain dunia.

Pepaya mengandung enzim yang disebut papain, yang dapat memecah rantai protein keras yang ditemukan dalam daging otot. Karena itu, orang telah menggunakan pepaya untuk melunakkan daging selama ribuan tahun.

Jika pepaya sudah matang, bisa dimakan mentah. Namun, pepaya mentah harus selalu dimasak sebelum dimakan – terutama selama kehamilan, karena buah mentah mengandung lateks yang tinggi, yang dapat merangsang kontraksi.

Pepaya berbentuk mirip dengan buah pir dan panjangnya bisa mencapai 20 inci (51 cm). Kulitnya berwarna hijau saat mentah dan oranye saat matang, sedangkan dagingnya berwarna kuning, oranye atau merah.

Pepaya juga mengandung antioksidan sehat yang dikenal sebagai karotenoid – terutama satu jenis yang disebut likopen.

Terlebih lagi, tubuh Anda menyerap antioksidan bermanfaat ini lebih baik dari pepaya daripada buah dan sayuran lainnya. Pepaya adalah buah tropis yang kaya akan vitamin C dan A, serta serat dan senyawa tanaman yang sehat. Ini juga mengandung enzim yang disebut papain, yang digunakan untuk melunakkan daging. 

2. Memiliki Efek Antioksidan Yang Kuat

Radikal bebas adalah molekul reaktif yang dibuat selama metabolisme tubuh Anda. Mereka dapat meningkatkan stres oksidatif, yang dapat menyebabkan penyakit.

Antioksidan, termasuk karotenoid yang ditemukan dalam pepaya, dapat menetralisir radikal bebas.

Studi mencatat bahwa pepaya yang difermentasi dapat mengurangi stres oksidatif pada orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang dengan pradiabetes, hipotiroidisme ringan dan penyakit hati.

Juga, banyak peneliti percaya bahwa radikal bebas yang berlebihan di otak merupakan faktor penting dalam penyakit Alzheimer.

Dalam satu penelitian, orang dengan Alzheimer yang diberi ekstrak pepaya yang difermentasi selama enam bulan mengalami penurunan 40% dalam biomarker yang menunjukkan kerusakan oksidatif pada DNA - dan juga terkait dengan penuaan dan kanker.

Pengurangan stres oksidatif dikaitkan dengan kandungan likopen pepaya dan kemampuan untuk menghilangkan kelebihan zat besi, yang diketahui menghasilkan radikal bebas.

3. Melindungi Terhadap Kerusakan Kulit

Selain menjaga kesehatan tubuh, pepaya juga dapat membantu kulit Anda terlihat lebih kencang dan awet muda.

Aktivitas radikal bebas yang berlebihan diyakini bertanggung jawab atas banyak kerutan, kendur, dan kerusakan kulit lainnya yang terjadi seiring bertambahnya usia.

Vitamin C dan likopen dalam pepaya melindungi kulit Anda dan dapat membantu mengurangi tanda-tanda penuaan ini.

Dalam satu penelitian, suplementasi dengan likopen selama 10-12 minggu mengurangi kemerahan pada kulit setelah terpapar sinar matahari, yang merupakan tanda cedera kulit.

Di lain, wanita yang lebih tua yang mengkonsumsi campuran likopen, vitamin C dan antioksidan lainnya selama 14 minggu memiliki pengurangan kedalaman kerutan wajah yang terlihat dan terukur.

Powered By NagaNews.Net