Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Amankah Pepaya Bagi Wanita Hamil ?

Segala sesuatu yang dimakan seorang wanita selama kehamilannya mempengaruhi anak dalam beberapa cara. Itulah mengapa penting untuk mengetahui apa yang harus atau tidak boleh dikonsumsi oleh calon ibu. Banyak makanan yang tampak tidak berbahaya mungkin terbukti berbahaya bagi anak yang sedang berkembang. Salah satu dari banyak makanan tersebut adalah pepaya atau papita.

IMAGES
Gambar: image-cdn.medkomtek.com

Pepaya Selama Kehamilan

Ada banyak dilema pada ibu hamil tentang konsumsi pepaya. Pepaya matang, bila dimakan dengan hati-hati, dapat bermanfaat, tetapi pepaya mentah dapat menyebabkan banyak komplikasi selama kehamilan.

1. Kehamilan awal

Pada bulan-bulan atau tahap-tahap awal kehamilan, janin dalam keadaan rapuh dan harus dijaga dengan sangat baik. Bahkan sedikit zat berbahaya, seperti lateks, dapat menyebabkan banyak kerusakan. Pepaya mentah mengandung zat dengan lateks, yang menyebabkan kontraksi rahim (rahim). Lateks buah-buahan mengandung pepsin sayuran atau 'papain', dalam kasus pepaya. 'Papain' ini bertindak seperti prostaglandin (zat endogen atau tubuh sendiri) dan oksitosin (hormon yang disekresikan oleh kelenjar pituitari otak), yang menginduksi kontraksi. 

Kontraksi rahim yang tidak normal atau tidak wajar dalam kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran bayi prematur. Papain juga melemahkan membran vital janin, membuat kelangsungan hidupnya menjadi sulit. Oleh karena itu, pada trimester pertama, pepaya mentah harus benar-benar dihindari.

2. Trimester Ketiga

Pada trimester ketiga atau tiga bulan terakhir kehamilan, Pepaya dapat menginduksi persalinan dini dengan menyebabkan kontraksi rahim karena enzim 'papain' yang ada di dalamnya. Mengingat komplikasinya, banyak wanita memilih untuk menahan diri dari mengonsumsi pepaya selama kehamilan. 

Laporan menunjukkan bahwa pendarahan atau pendarahan dari tepi plasenta juga bisa disebabkan oleh konsumsi pepaya mentah selama kehamilan nanti. Pepaya matang umumnya dianggap aman dan sering bermanfaat selama kehamilan.

  • Lateks, bahan dalam pepaya, bekerja seperti prostaglandin dan oksitosin, yang membantu mengendalikan gangguan pernapasan.
  • Pepaya matang kaya akan vitamin A, B, C, potasium, dan beta-karoten, yang semuanya memiliki kandungan antioksidan tinggi dan meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Pasokan vitamin dari pepaya meningkatkan kekebalan, yang mencegah berbagai infeksi.
  • Kecukupan vitamin juga mencegah bisul dan masalah kulit.
  • Serat yang terkandung dalam pepaya memperlancar pencernaan: Masalah umum sembelit selama kehamilan dapat diatasi secara alami melalui pepaya. Namun, konsultasikan dengan dokter kandungan mengenai konsumsi rutin.
  • Pepaya dapat membantu mengatasi morning sickness.
  • Pepaya juga mengandung asam folat, yang penting selama kehamilan untuk perkembangan saraf bayi.
  • Pepaya juga membantu meningkatkan kesehatan jantung dan dipercaya dapat mencegah kanker usus besar.
  • Mengkonsumsi pepaya untuk mengobati penyakit virus selama kehamilan dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit, meskipun fakta ini tidak didukung oleh data ilmiah.
  • Memiliki jumlah pepaya matang yang tepat membantu meningkatkan produksi susu.

Efek Negatif Makan Pepaya Selama Kehamilan

Berikut beberapa efek lain dari makan pepaya selama kehamilan:

1. Penyebab Kontraksi Rahim

Lateks dalam pepaya mentah atau bahkan pepaya setengah matang memiliki papain, yang dapat merangsang prostaglandin dan oksitosin, hormon yang dapat menyebabkan kontraksi rahim dan persalinan prematur. Pepaya dapat menyebabkan keguguran, karena merupakan emmenagogue yang kuat, yang merangsang dan meningkatkan aliran menstruasi. Itu harus dihindari sepenuhnya pada awal kehamilan. Ini adalah periode ketika plasenta sedang terbentuk, dan keberadaan lateks dalam jumlah yang tidak signifikan berpotensi membahayakan rahim.

2. Menghambat Perkembangan Janin

Pepsin dan papain dapat merusak kelangsungan hidup dan perkembangan janin. Studi melaporkan bahwa makan pepaya selama kehamilan dapat menghambat implantasi, meningkatkan risiko keguguran pasca implantasi, dan berpotensi membahayakan embrio.

3. Melemahkan Membran Vital Janin

Papain sering digunakan untuk disosiasi sel, karena merupakan enzim proteolitik. Hal ini diketahui menghambat pertumbuhan sel dan menghambat perkembangan jaringan pada janin.

4. Dapat Menyebabkan Perdarahan dan Edema

Pepaya mentah dapat meningkatkan tekanan pembuluh darah dan bahkan menyebabkan pendarahan internal atau pendarahan di plasenta. Pendarahan atau pendarahan plasenta dapat menyebabkan komplikasi terkait kehamilan dan persalinan. Pepaya dapat mempengaruhi perkembangan dan fungsi plasenta.

5. Meningkatkan Pergerakan Usus

Pepaya meningkatkan motilitas usus. Namun, buang air besar yang berlebihan dapat membuat tekanan di dalam dan di sekitar rahim dan menyebabkan keguguran. Pepaya kaya serat, dan tekanan yang diberikannya pada perut dan usus dapat menyebabkan keguguran.

6. Mempengaruhi Sistem Saraf

Daun dan biji pepaya mengandung carpine, racun yang merusak sistem saraf pusat.

7. Abortifacient dan Teratogenik

Papain dan chymopapain adalah dua zat enzim yang ada dalam pepaya, yang bersifat teratogenik (berbahaya bagi perkembangan janin) serta abortifacient (penyebab aborsi).

8. Berbahaya bagi Wanita Dengan Riwayat Aborsi/ Persalinan Dini

Wanita yang pernah mengalami persalinan prematur atau aborsi dapat meningkatkan risiko menderita komplikasi kehamilan karena papain. Oleh karena itu, disarankan bagi wanita tersebut untuk menghindari pepaya selama kehamilan.

Powered By NagaNews.Net